KUBET – Paus Fransiskus Wafat, KWI: Beliau Mengajarkan Nilai Persaudaraan

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Monsinyur Antonius Subianto Bunjamin dalam konferensi pers menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Pemimpin Umat Katolik Puas Fransiskus di Kantor KWI, Jakarta Pusat, Senin (21/4/2025).

Lihat Foto

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Monsinyur Antonius Subianto Bunjamin mengenang mendiang Paus Fransiskus sebagai sosok yang mengajarkan nilai persaudaraan universal.

KWI menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Pemimpin Umat Katolik, Puas Fransiskus, yang wafat pada hari ini, Senin (21/4/2025).

Antonius menuturkan, Paus Fransiskus telah menyampaikan banyak nilai serta ajaran-ajaran kepada umat Katolik di seluruh dunia.

“Ada begitu banyak ajaran-ajaran yang sekarang dititipkan kepada kita, untuk diteruskan. Nilai-nilai injil, cinta universal, persaudaraan,” ucap Antonius dalam konferensi pers di Kantor KWI, Jakarta Pusat, Senin.

Baca juga: Paus Fransiskus Tutup Usia, Wapres Gibran: Semoga Damai Menyertai Beliau

Antonius mengatakan, Paus Fransiskus juga mengajarkan kepada umatnya untuk peduli terhadap rakyat kecil.

“Kepedulian, bela rasa kepada orang miskin, dan orang-orang terpinggirkan. Inilah yang dititipkan kepada kita untuk diteruskan,” imbuhnya.

Baca juga: Paus Fransiskus Sakit Pneumonia Ganda Sebelum Meninggal, Ketahui Gejalanya

Paus Fransiskus terakhir kali terlihat pada Minggu (20/4/2025) ketika memberikan khutbah di hari Minggu Paskah.

“Beliau terakhir muncul kemarin, pada hari Minggu Paskah, seakan-akan berpamitan kepada kita semua, (mengucapkan) selamat tinggal,” paparnya.

Baca juga: Ketua MUI: Paus Fransiskus Vokal Menentang Agresi Israel terhadap Palestina

Sebagai informasi, kabar duka meninggalnya Paus Fransiskus diumumkan oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo Vatikan, pada Senin pukul 09:45 waktu setempat.

“Pukul 07.35 pagi ini, Uskup Roma, Paus Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya,” kata Kardinal Kevin Ferrell dalam sebuah pernyataan.

“Dengan rasa syukur yang besar atas teladannya sebagai murid sejati Tuhan Yesus, kami menyerahkan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih Tuhan yang tak terbatas dan penuh belas kasihan, Yang Esa dan Tribune,” tambahnya.

Sebelum tutup usia, Paus Fransiskus dirawat di RS Gemelli, Roma, Italia karena kesulitan bernapas, tetapi kondisinya memburuk, dengan bronkitisnya berkembang menjadi pneumonia ganda.

Kondisi kesehatan Paus juga mendapat perhatian khusus karena sebagian paru-parunya telah diangkat sejak muda, sehingga menimbulkan risiko paru-paru kronis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Istana Ungkap Alasan Prabowo Minta Para Menteri Rapatkan Barisan

Mensesneg Prasetyo Hadi saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Lihat Foto

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Jubir Presiden Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto meminta agar para menterinya merapatkan barisan.

Prabowo, kata Prasetyo, selalu menganalogikan Kabinet Merah Putih sebagai tim, sehingga mereka harus merapatkan barisan.

“Oh enggak, itu kan biasa saja, itu umum saja. Sebagai sebuah tim, Bapak Presiden kan selalu menganalogikan Kabinet Merah Putih kita ini sebagai sebuah tim, ya memang kita harus terus merapatkan barisan,” ujar Prasetyo, di Istana, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Prasetyo menuturkan, ketika Prabowo meminta agar merapatkan barisan, itu tidak berarti selalu sedang ada sesuatu.

Baca juga: Istana: Silaturahmi Menteri Prabowo ke Jokowi Jangan Dianggap Matahari Kembar, Tolong Lah…

Dia mengeklaim pesan Prabowo itu hanya untuk menjaga semangat para menterinya.

“Enggak ada kerenggangan,” ucap dia.

Prasetyo menyebut, menteri-menteri Prabowo dalam kondisi solid.

Menurut dia, semua menteri sedang bekerja keras sesuai bidang dan tugasnya masing-masing.

“Dengan dinamika permasalahan di masing-masing, baik kemenko maupun kementerian, sedang bekerja keras menyelesaikan semua permasalahan-permasalahan,” imbuh Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meminta kepada para menterinya di Kabinet Merah Putih untuk merapatkan barisan.

Baca juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Menag Sempat Doakan Kesembuhan

Hal tersebut Prabowo sampaikan kepada Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin), melalui sambungan telepon, Minggu (20/4/2025) malam.

Ketika Prabowo menelepon, Cak Imin sedang menggelar acara halal bihalal, di mana sejumlah menteri dan wamen Prabowo hadir.

“Tadi Pak Presiden juga menelepon saya menyampaikan selamat halal bihalal hari ini, dan meminta kepada sesama menteri untuk terus merapatkan barisan,” ujar Cak Imin, di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Syarat Damai, Korban “Bullying” di Surabaya Tuntut Kompensasi Rp 2 M

ilustrasi bullying - Seorang siswi kelas 3 SD di Indramayu, Jawa Barat, berinisial IA, mengalami trauma dan enggan bersekolah setelah diduga mengalami perundungan oleh gurunya, PA. Dugaan perundungan ini dipicu karena IA belum membayar buku Lembar Kerja Siswa (LKS) senilai Rp 120.000.

Lihat Foto

SURABAYA, KOMPAS.com – Korban perundungan siswa SMPN di Surabaya, CW (14), menuntut sejumlah temannya yang diduga merundungnya untuk membayar kompensasi sebesar Rp 2 miliar.

Ia telah melaporkan teman-temannya itu ke polisi. 

Kuasa hukum korban, Johan Widjaja, mengatakan bahwa awalnya ia mendapatkan kabar dari keenam terlapor untuk mengadakan mediasi di Gedung Siola, Jalan Tunjungan, Surabaya.

“Mediasi itu berjalan normal, para terlapor diberi kesempatan untuk berbicara, intinya kurang lebih meminta maaf,” kata Johan ketika dikonfirmasi, Senin (21/4/2025).

Baca juga: 3 Remaja yang Bully Nenek di Maluku Minta Maaf dan Menangis

Akan tetapi, kata Johan, korban yang juga hadir menyebut bahwa permintaan maaf para terlapor tidak tulus.

Sebab, menurut CW, temannya itu hanya takut karena sudah dilaporkan.

“Korban merespons, katanya dia, minta maafnya (para terlapor) ini cuma pura-pura saja supaya dicabut perkaranya, jadi korban sudah paham. Karena kasusnya sudah dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

Akhirnya, korban memutuskan untuk meminta kompensasi berupa uang sebesar Rp 2 miliar kepada para terlapor dengan tujuan mencabut kasus yang dilaporkan pada Jumat (11/11/2024) lalu.

“Korban mau memaafkan, tapi minta kompensasi Rp 2 miliar. Tapi respons orangtua terlapor enggak sanggup, jadi bahasanya mediasi ini tercapai 90 persen,” ucapnya. 

Lebih lanjut, kata Johan, kliennya tersebut tidak menentukan batas tanggal pembayaran kompensasi itu.

Baca juga: 3 Remaja di Pulau Buru Maluku Bully Lansia, Korban Minta Ampun tetapi Ditertawakan

Akan tetapi, pihaknya akan terus melanjutkan kasusnya jika uang belum dibayarkan.

“Harapannya korban, kalau memang tercapai kompensasinya, tapi kalau enggak ya enggak apa. Tapi kata CW, berharapnya diselesaikan sama pengadilan biar jadi pembelajaran,” ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Johan mengatakan bahwa korban mendapatkan perundungan di awal masuk sekolah. Dia sudah bertemu dengan keenam pelaku.

“Tindakan (bullying) pelaku ini dari 2022 sampai sekarang, 2 tahun lebih.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Apa yang Akan Terjadi Setelahnya?

Paus Fransiskus dinyatakan kritis akibat mengalami asma berkepanjangan setelah menderita pneumonia di kedua paru-paru. Bagaimana proses pemilihan dan prosedur upacara pemakaman Paus?

Lihat Foto

KOMPAS.com – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4/2025).

Paus Fransiskus menghembuskan nafas terakhirnya di usia 88 tahun pada pukul 07.35 pagi waktu Vatikan atau pukul 14.35 WIB.

Sebelum meninggal dunia, Paus kelahiran 17 Desember 1936 tersebut sempat didiagnosis menderita pneumonia bilateral pada 18 Februari 2025 lalu.

Ia bahkan sempat dilaporkan berada kondisi kritis pada Sabtu (22/2/2025), saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit selama seminggu.

Beruntung, setelah itu, kondisi Paus Fransiskus membaik dan sempat beberapa kali muncul di hadapan publik. 

Bahkan, sehari sebelum meninggal, Paus Fransiskus sempat muncul di Saint Peter’s Square pada Minggu (20/4/2024) waktu setempat saat Paskah.

Baca juga: Paus Fransiskus dalam Kondisi Kritis, Dokter Beberkan Beberapa Hal Berikut Ini


Apa yang terjadi setelah Paus meninggal?

Paus Fransiskus, yang kehilangan sebagian paru-parunya akibat infeksi pernapasan di masa muda, pada tahun lalu dilaporkan sempat menyetujui untuk dilakukan pemakaman sederhana untuknya.

Meski begitu, sebagaimana dilansir Politic pada Kamis (20/2/2025), Vatikan secara tradisional memiliki rangkaian prosedur yang dijalankan kepada para Paus yang meninggal dunia.

Awalnya, pejabat senior Vatikan bergelar Camerlengo akan bertugas mengonfirmasi kematian sang Paus. Saat ini, posisi tersebut dipegang Kardinal Kevin Farrell kelahiran Irlandia.

Camerlengo akan mengunjungi jenazah Paus di kapel pribadinya dan memanggil nama sang Paus untuk membangunkannya. Saat ini, tindakan tersebut lebih bersifat seremonial sebab dokter akan memastikan kematian Paus secara medis.

Ketika Paus tidak menanggapi panggilan Camerlengo, cincin meterainya yang menjadi segel untuk dokumen resmi Kepausan dirusak atau dihancurkan. Apartemen Kepausan juga akan ditutup. Tindkaan ini menandakan berakhirnya masa pemerintahan sang Paus.

Camerlengo kemudian memberi tahu Dewan Kardinal selaku badan pengurus pejabat gereja senior tentang kematian sang Paus. Kabar tersebut lalu diumumkan ke seluruh dunia dalam pernyataan Vatikan kepada media.

Untuk saat ini, sebagaimana laporan Vatican News, Kardinal Kevin Farrell telah mengumumkan bahwa Paus Fransiskus meninggal di kediamannya pada 07.35 pagi waktu Vatikan.

“Hidupnya telah dibaktikan bagi melayani Tuhan dan Gereja. Beliau telah mengajarkan kita supaya hidup dengan nilai-nilai Injil dengan iman, keberanian, dan cinta kasih bagi semua, terutama kepada mereka yang paling miskin dan terpinggirkan,” ucap Kardinal Farrell.

Baca juga: Paus Fransiskus Didiagnosis Alami Pneumonia di Kedua Paru-parunya

Masa berkabung dan upacara pemakaman Paus

Paus Benediktus XVI dan Paus Fransiskus bertemu di Vatikan pada Juni 2017.HO / OSSERVATORE ROMANO / AFP Paus Benediktus XVI dan Paus Fransiskus bertemu di Vatikan pada Juni 2017.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Setelah Jan Hwa Diana, Mantan Karyawan Juga Laporkan Staf HRD Veronika ke Polda Jatim

Mantan karyawan, Jan Hwa Diana bernama Dimas ditemani kuasa hukum, melaporkan HRD (Human Research Development) UD Sentosa Seal atas nama Veronika ke Polda Jatim, Senin (21/4/2025)

Lihat Foto

SURABAYA, KOMPAS.com – Mantan karyawan, Jan Hwa Diana bernama Dimas melaporkan staf HRD (Human Research Development) UD Sentosa Seal atas nama Veronika ke Polda Jatim.

Veronika merupakan HRD di UD Sentosa Seal sekaligus diduga keponakan dari Diana. Ia merupakan pihak yang menerima ijazah dan SKCK para karyawan.

“Kita melaporkan Vero dan kawan-kawan. Karena yang menerima ijazah dan SKCK itu adalah si Vero dan kawan-kawan,” kata kuasa hukum Dimas, Haji Ettar ke Polda Jatim, Senin (21/4/2025).

Baca juga: Khofifah: Jan Hwa Diana Sebut HRD Sudah Resign, Artinya Posisi Ijazah Pekerja Tak Diketahui Keberadaannya

Ettar mengatakan, pihaknya tidak hanya melaporkan Vero, tetapi juga pegawai Diana yang lain.

Namun, Ettar tidak menyebutkan jumlah dan jabatan yang terlapor.

“Kita tidak menyebut satu dua orang, kita laporkan Vero dan kawan-kawan. Bisa dua, lima, sepuluh, berapapun,” ujarnya.

Sebab, barang bukti yang dibawa adalah surat tanda terima penyerahan ijazah dan SKCK.

Surat tersebut, ditandatangani oleh Vero dan pegawai lain, salah satunya bernama Andi.

“Yang kita bawa bukti tanda terima dan copy ijazah. Tanda terima itu ditandatangani Vero, di bawahnya ada namanya Andi,” terangnya.

Baca juga: Khofifah: Proses Hukum Penahanan Ijazah Tetap Lanjut Meski Ada Penerbitan Ulang Ijazah

Lebih lanjut, Ettar mengatakan bahwa lapor ke SPKT Polda Jatim bukan karena berkaitan dengan sidak Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, Kamis (17/4/2025) lalu.

“Laporan ini berdasarkan bukan itu saja. Jauh-jauh sebelum Wamenaker datang, sudah mengawal kita sudah lihat. Kita sudah menyikapi dari Pak Walikota, Wawali sampai Wamen,” jelasnya.

Veronika disangkakan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur tentang tindak pidana penggelapan.

Ettar bilang, ia hanya menjadi kuasa hukum mantan karyawan atas nama Dimas. Bukan dari 31 korban yang sebelumnya juga melapor ke Polrestabes Surabaya.

“Kami sementara mewakili satu klien. Kalaupun nanti yang lain-lain kita umumkan lagi nanti,” pungkasnya.

Baca juga: Perusahaan Milik Diana yang Tahan Ijazah Diduga Tak Miliki Tanda Daftar Gudang

Sebelumnya, nama Veronika mencuat ke publik saat Wamen Noel melalukan sidak ke gudang UD Sentosa Seal.

Noel juga menanyakan masalah identitas karyawan dan penahanan ijazah kepada salah satu staf.

Staf tersebut mengatakan bahwa Veronika adalah admin yang menahan ijazah karyawan. Namun, Diana mengaku bahwa Veronika telah resign.

Tak disangka, stafnya yang lain justru bilang kepada Noel bahwa Veronika sedang berada di dalam kantor. Saar ditemui, dia berdalih hanya mampir untuk bermain.

“Ini kantor, tempat kerja bukan tempat bermain. Jadi banyak hal-hal janggal jadi nanti kita serahkan ke aparat penegak hukum,” kata Noel.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Kabel Putus, Kereta Gantung Jatuh di Italia Tewaskan 4 Orang

Ilustrasi kereta gantung.

Lihat Foto

NAPLES, KOMPAS.com – Sebuah kereta gantung yang mengangkut wisatawan dari kota Castellammare di Stabia menuju Gunung Faito, Italia selatan, mengalami kecelakaan pada Kamis (17/4/2025). Insiden ini menewaskan empat orang dan melukai satu lainnya.

Kecelakaan terjadi setelah kabel pada jalur kereta gantung tersebut putus, menyebabkan salah satu unit kereta terjun bebas ke darat, sekitar tiga kilometer dari pusat kota.

“Empat jasad korban ditemukan, sedangkan orang kelima yang terluka diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit,” ujar petugas pemadam kebakaran seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Tangis Pecah Usai 8 Orang yang Terjebak di Kereta Gantung Pakistan Berhasil Diselamatkan

Lokasi sulit dijangkau, kabut hambat evakuasi

Lebih dari 50 petugas pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena lokasi kejadian yang sulit diakses dan tertutup kabut tebal.

Satu unit kereta ditemukan dalam kondisi hancur di tanah keras, sedangkan unit lainnya terjebak di atas jurang di kawasan pegunungan. Tim penyelamat menyatakan bahwa tidak ada korban lain yang masih dicari.

Kereta gantung ini baru kembali beroperasi 10 hari sebelumnya, usai menjalani inspeksi dan memenuhi standar keselamatan. Tragedi ini pun mengejutkan pihak pengelola.

“Apa yang terjadi hari ini adalah tragedi tak terbayangkan dan tak terduga,” kata Umberto de Gregorio, kepala perusahaan pengelola kereta gantung tersebut.

Jaksa penuntut Italia telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Fokus penyelidikan tertuju pada kerusakan kabel yang memicu insiden mematikan ini.

Baca juga: Kecelakaan Kereta Gantung India, 2 Jatuh hingga Tewas, Lainnya Tergantung hingga 2 Hari

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang sedang dalam perjalanan ke Washington menyampaikan duka mendalam kepada keluarga para korban, sebagaimana disampaikan lewat pernyataan resmi dari kantornya.

Kereta gantung yang menghubungkan Castellammare di Stabia dengan Gunung Faito telah beroperasi sejak 1952.


Meski pernah mengalami kecelakaan serupa pada 1960 yang menewaskan empat orang, peristiwa ini tetap mengguncang publik.

Sebelumnya, Italia juga mencatat tragedi besar serupa pada Mei 2021, saat kereta gantung di Pegunungan Alpen jatuh dan menewaskan 14 orang.

Baca juga: Kereta Gantung Mati di Tengah Jalan saat Malam Tahun Baru, 21 Orang Terjebak 12 Jam

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Dandim Depok Beberkan Alasan Pakai Seragam dan Mobil Dinas saat Temui Mahasiswa UI

Anggota TNI datangi kampus UI, 16 April 2025. (Dok Instagram @pantauaparat)

Lihat Foto

DEPOK, KOMPAS.com – Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto mengatakan, dirinya memakai pakaian dan mobil dinas saat mendatangi kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, sebagai bentuk keterbukaan.

Penjelasan itu dia sampaikan melalui akun Instagram @kodim0508_depok di kolom komentar sebuah konten yang diunggah akun Instagram @Pantauaparat.

Kompas.com telah meminta izin Iman untuk mengutip komentar tersebut.

“Berpakaian dinas dengan identitas yang jelas, menggunakan mobil dinas dengan nomor yang jelas, menunjukkan bahwa saya datang dengan sikap yang sangat terbuka, tidak ada maksud dan tujuan lain, selain silaturahmi,” ujar Iman dalam komentarnya, dikutip Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).

Baca juga: Klarifikasi Dandim Depok Soal Kunjungan ke UI: Datang karena Diundang Mahasiswa

Ia mengaku, tidak ada intimidasi yang dilakukannya selama berada di sana.

Bahkan, kedatangannya ke kampus UI karena diundang oleh seorang mahasiswa UI berinisial F dan pejabat pengamanan kampus berinisial AR.

“Tidak ada niatan mengintimidasi ataupun intervensi kegiatan kampus, melanggar kebebasan akademik seperti yang dinarasikan, selain memenuhi undangan dari mahasiswa,” kata dia.

Peristiwa itu bermula saat Iman mendapatkan undangan dari AR dan F untuk bertemu di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa), Kampus UI, Rabu (16/4/2025), pukul 21.00 WIB. Undangan tersebut ia terima satu jam sebelumnya.

Sesampainya di sana, Iman langsung mengabari F bahwa dirinya sudah sampai di lokasi mereka janjian bertemu.

Setelah itu, Iman dijemput ke parkiran dan diarahkan ke kantin Pusgiwa. Di sana, ia berbincang santai dengan lima mahasiswa UI hingga dini hari.

Baca juga: Datangi Kampus UI, Dandim Depok Bantah Intervensi Mahasiswa

Suasana keakraban itu terus berlanjut hingga pertemuan mereka selesai. Saat pulang pun, Iman diantar para mahasiswa itu ke parkiran mobil.

“Bersalaman dan berpamitan dengan baik, mengucapkan salam yang dijawab juga penuh keramahan dan persaudaraan,” kata dia.

Namun, Iman mengaku terkejut ketika mengetahui keesokan harinya ada unggahan di media sosial Instagram yang menyudutkan kunjungannya.

Dalam unggahan tersebut, tercantum sejumlah foto dirinya saat bersalaman disertai narasi yang menyebut kehadirannya sebagai bentuk intimidasi dan intervensi terhadap kebebasan akademik.

Sebelumnya, Direktur Hubungan Masyarakat UI, Arie Afriansyah, menyatakan bahwa Rektorat Ul tidak pernah mengundang militer untuk hadir dalam acara konsolidasi mahasiswa yang tengah berlangsung di Pusgiwa. Kegiatan mahasiswa itu sudah diizinkan oleh pihak rektorat UI.

Baca juga: Kronologi Dokter PPDS UI Lecehkan Mahasiswi, Rekam Korban Saat Mandi

“Terkait hal tersebut, pihak Rektorat Ul tidak pernah mengundang militer untuk hadir dan mengikuti acara konsolidasi mahasiswa yang diadakan di Pusgiwa,” tegas Arie kepada Kompas.com.

Kompas.com sudah berusaha menghubungi pihak BEM UI, yakni melalui nomor kontak narahubung bernama Ibnu sebagaimana tercantum di akun Instagram BEM UI, untuk mendapatkan keterangan mengenai peristiwa tersebut.

Namun hingga berita ini diunggah, belum ada tanggapan dari BEM UI.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Mobil Pajero Ugal-ugalan di Jakut, Nyalakan Strobo dan Lampu Hazard

Ilustrasi berkendara di malam hari

Lihat Foto

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah mobil Mitsubishi Pajero berwarna hitam dengan nomor polisi B 2345 RFT melaju ugal-ugalan setelah keluar dari Mal Mangga Dua Square, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2025) pukul 03.00 WIB.

Dalam keterangan di akun TikTok @kejujkt, pemilik akun menyebutkan bahwa pengendara mobil Pajero melawan arah menuju pelintasan kereta api.

Setelahnya, pengemudi Pajero melanjutkan perjalanan ke Jalan Gunung Sahari arah Ancol sambil menggunakan sirine strobo.

Baca juga: Pengemudi Mabuk Tabrak Pejalan Kaki dan 21 Motor di Jakut, 4 Orang Terluka

“Lalu, beliau putar balik lagi, ugal-ugalan,” tulis pemilik akun, dikutip Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).

Kendati demikian, pengendara Pajero diketahui menyadari bahwa aksinya direkam menggunakan kamera ponsel, lalu ia diduga meneror perekam.

Dalam unggahan akun TikTok tersebut, terlihat mobil Pajero menyalip kendaraan perekam dari arah kanan.

Saat menyalip, roda kanan mobil Pajero sempat naik ke median jalan dan kemudian turun kembali, sehingga terdengar suara decitan rem.

Selain itu, mobil Pajero tersebut juga terlihat menyalakan lampu strobo berwarna biru dan lampu hazard.

Setelah itu, mobil Pajero melaju dan kemudian berhenti di sebuah persimpangan lampu merah, tepat di belakang perekam video.

Baca juga: Kronologi Pengemudi Mabuk Tabrak Pejalan Kaki dan 21 Motor di Jakut

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara Kompol Donni Bagus Wibisono mengatakan, polisi belum menerima laporan atas peristiwa tersebut.

Namun, polisi tetap menyelidiki aksi ugal-ugalan dan mencari pengendara mobil Pajero.

“Kalau laporan belum ada. Namun, kami sudah melakukan penyelidikan di lapangan,” kata Donni saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).

Sejauh ini, polisi belum mendapatkan hasil dari penyelidikan. Namun, polisi tetap mengecek rekaman CCTV di ruas Jalan Gunung Sahari arah Ancol.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Helikopter Jatuh gara-gara Penguin dalam Kardus, Kok Bisa?

Helikopter yang jatuh gara-gara penguin dalam kardus di Bird Island, Eastern Cape, Afrika Selatan, 19 Januari 2025.

Lihat Foto

EASTERN CAPE, KOMPAS.com – Insiden tak biasa terjadi di Pulau Bird, Eastern Cape, Afrika Selatan, ketika seekor penguin yang dibawa dalam kardus menyebabkan jatuhnya sebuah helikopter.

Kejadian ini berlangsung pada 19 Januari 2025 dan dilaporkan secara resmi oleh Otoritas Penerbangan Sipil Afrika Selatan (SACAA) pekan lalu.

Helikopter tersebut tengah menyelesaikan misi survei udara di wilayah Pulau Bird. Usai mendarat, seorang ahli meminta agar seekor penguin dibawa kembali ke Port Elizabeth.

Baca juga: Pulau yang Hanya Dihuni Penguin Pun Kena Tarif Impor dari Trump

Meski laporan tidak merinci alasan pengangkutan hewan tersebut, keputusan itu berujung pada kecelakaan serius.

Penguin tersebut dimasukkan ke dalam kardus dan diletakkan di pangkuan salah satu penumpang. Tak lama setelah helikopter lepas landas dan mencapai ketinggian sekitar 15 meter, kardus tergelincir dan mengenai tuas kendali utama pilot.

Akibatnya, helikopter kehilangan kendali dan jatuh dengan posisi miring, sekitar 20 meter dari lokasi awal lepas landas.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pilot, penumpang, dan penguin dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.

Akan tetapi, helikopter mengalami kerusakan cukup parah, khususnya pada bagian bilah rotor utama yang menghantam permukaan tanah.

Baca juga: Bikin Khawatir Pawang, Penguin yang Hilang 2 Minggu Ini Ditemukan Bahagia di Laut

Dalam laporan investigasi yang dikutip BBC pada Kamis (10/4/2025), SACAA menyebutkan bahwa kecelakaan ini terjadi akibat kurangnya penilaian risiko dan kelalaian dalam penggunaan kontainer pengaman yang sesuai standar untuk mengangkut hewan.


“Tidak digunakannya kontainer yang aman membuat pengangkutan penguin tidak sesuai dengan kondisi penerbangan,” demikian tertulis dalam laporan, seperti dikutip dari BBC.

SACAA juga menekankan pentingnya penerapan protokol keselamatan yang ketat dalam setiap penerbangan, termasuk memperhitungkan potensi bahaya dari pergeseran kargo, sekecil apa pun.

Baca juga: Kantor Pos Antartika Buka Lowongan, Tugasnya Termasuk Menghitung Penguin

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET

KUBET – Tim ASEAN All-Stars Siap Hadapi Manchester United, 17 Pemain Dipanggil

Aksi Asnawi Mangkualam (14) menjangkau bola dalam laga Grup B ASEAN Cup alias Piala AFF 2024 antara timnas Indonesia vs Filipina di Stadion Manahan, Solo, Sabtu 21 Desember 2024.

Lihat Foto

KOMPAS.com – Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) telah mengumumkan pemanggilan 17 pemain untuk memperkuat tim ASEAN All-Stars dalam laga persahabatan melawan Manchester United

Pertandingan tersebut dijadwalkan akan digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu, 28 Mei 2025.

Hingga kini, beberapa negara telah mengirimkan wakil terbaik mereka.

Baca juga: Daftar Skuad ASEAN All-Stars untuk Lawan Man United: 17 Pemain Telah Dipanggil

Perwakilan Pemain dari Beberapa Negara ASEAN

Vietnam, Malaysia, dan Thailand menjadi negara dengan representasi terbanyak, masing-masing mengirimkan tiga pemain untuk memperkuat tim All-Stars.

 Indonesia dan Kamboja masing-masing mengirimkan dua pemain, dengan Indonesia diwakili oleh Asnawi Mangkualam dan Muhammad Ferarri. 

Sementara itu, Myanmar, Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Laos masing-masing mengirim satu wakil.

Dengan demikian, total sembilan negara telah memastikan tempat di tim ASEAN All-Stars.

Baca juga: Kata Media Vietnam soal Penunjukan Asnawi dan Ferrari di ASEAN All-Stars Vs Man United

Masih Ada Dua Negara ASEAN yang Belum Umumkan Pemain

Meskipun 17 pemain telah dipanggil, masih ada dua negara yang belum mengumumkan pemain mereka, yaitu Singapura dan Filipina. 

Kedua negara ini diperkirakan masing-masing akan mengirimkan tiga pemain lagi untuk melengkapi skuad yang terdiri dari total 23 pemain.

Saat ini, posisi penjaga gawang diisi oleh kiper dari Malaysia dan Thailand, sementara satu posisi kiper lainnya kemungkinan akan diisi oleh pemain dari Filipina.

Pelatihan Tim di Kuala Lumpur

Para pemain ASEAN All-Stars dijadwalkan untuk berkumpul di Kuala Lumpur beberapa hari sebelum pertandingan untuk mempersiapkan diri. Pelatih yang menangani tim ini adalah Kim Sang-sik, yang saat ini menjabat sebagai pelatih tim nasional Vietnam.

Baca juga: Tiga Pemain Malaysia Bergabung ASEAN All-Stars Hadapi Manchester United

Daftar Sementara Pemain Tim ASEAN All-Stars

Berikut adalah daftar sementara 17 pemain yang telah dipanggil untuk memperkuat tim ASEAN All-Stars:

Kiper: Haziq Nadzli (Malaysia), Patiwat Khammai (Thailand).

Belakang: Do Duy Manh (Vietnam), Asnawi Mangkualam (Indonesia), Muhammad Ferarri (Indonesia), Faeez Khan (Kamboja), Dominic Tan (Malaysia), Nicholas Mickelson (Thailand).

Gelandang: Nguyen Quang Hai (Vietnam), Nguyen Hoang Duc (Vietnam), Bounphachan Bounkong (Laos), Azwan Ali Rahman (Brunei Darussalam), Peeradol Chanrasamee (Thailand).

Depan: Maung Maung Lwin (Myanmar), Joao Pedro (Timor Leste), Andres Nieto (Kamboja), Ezequiel Aguero (Malaysia).

Dengan para pemain terbaik dari berbagai negara ASEAN, tim All-Stars siap menghadapi tantangan besar melawan klub raksasa Inggris, Manchester United.

 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Daftar Skuad ASEAN All-Stars untuk Lawan Man United: 17 Pemain Telah Dipanggil, Klik untuk baca: https://bola.kompas.com

 

 

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


KUBET

KUBET

KUBET